Rabu, 24 Februari 2010

pembuatan larutan

PENDAHULUAN

Latar belakang
Larutan didefinisikan sebagai campuran homogen antara dua atau lebih zat yang terdispersi baik sebagai molekul, atom maupun ion yang komposisinya dapat bervariasi. Larutan dapat berupa gas, cairan atau padatan. Larutan encer adalah larutan yang mengandung sejumlah kecil solute, relatif terhadap jumlah pelarut. Sedangkan larutan pekat adalah larutan yang mengandung sebagian besar solute. Solute adalah zat terlarut, sedangkan solvent (pelarut) adalah medium dalam mana solute terlarut. Pada umumnya zat yang digunakan sebagai pelarut adalah air, selain air yang berfungsi sebagai pelarut adalah alkohol amoniak, kloroform, benzena, minyak, asam asetat, akan tetapi kalau menggunakan air biasanya tidak disebutkan.
Contoh larutan yang umum dijumpai adalah padatan yang dilarutkan dalam cairan, seperti garam atau gula dilarutkan dalam Gas dapat pula dilarutkan dalam cairan, misalnya karbon dioksida atau oksigen dalam air. Selain itu, cairan dapat pula larut dalam cairan lain, sementara gas larut dalam gas lain. Terdapat pula larutan padat, misalnya aloi (campuran logam) dan mineral tertentu.

Tujuan
Untuk membuat larutan dasar dari bahan dasar cair maupun powder.





TINJAUAN PUSTAKA

Larutan merupakan campuran dari dua zat atau lebih. Larutan dapat terjadi karena komponen larutan terdispersi menjadi atom atau molekul-molekul atau lain-lain yang bercampur baur. Larutan dapat berupa padat , cair atau gas. Namun lazimnya yang disebut larutan adalah zat cair. Larutan terdiri dari dua komonen yaitu pelarut dan zat terlarut (Harjadi, 2000).
Larutan adalah campuran karena terdiri dari dua bahan yang disebut homogeny karena sifat-sifatnya sama dengan sebuah cairan. Karena larutan adalah campuran molekul yang biasanya molekul-molekul pelarut agak berjauhan dalam larutan bila dibandingkan dalam larutan murni (Wahyudi. 2000).
Dalam pembuatan larutan dengan konsentrasi tertentu sering dihasilkan konsentrasi yang tidak kita inginkan. Untuk mengetahui konsentrasi yang sebenarnya perlu dilakukan standarisasi.standarisasi sering dilakukan dengan titrasi. Zat-zat yang didalam jumlah yang relative besar disebut pelarut (David, 2001)..
Dalam kimia, larutan adalah campuran homogen yang terdiri dari dua atau lebih zat. Zat yang jumlahnya lebih sedikit di dalam larutan disebut (zat) terlarut atau solut, sedangkan zat yang jumlahnya lebih banyak daripada zat-zat lain dalam larutan disebut pelarut atau solven. Komposisi zat terlarut dan pelarut dalam larutan dinyatakan dalam konsentrasi larutan, sedangkan proses pencampuran zat terlarut dan pelarut membentuk larutan disebut pelarutan atau solvasi (Chang, 2003).

METODE PERCOBAAN

Alat dan bahan
Adapun alat yang dipakai pada praktikum ini antara lain: larutan HCL pekat (36%), NaOH, Na2HPO4, air destilata, gelas piala, labu ukur, magnetic stirrer, Ph meter, sarung tangan.

















DATA HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

Data Hasil Pengamatan

no larutan konsentrasi volume massa
1 HCL 0,5 N 30 ml -
2 HCL 0,1 N 30 ml -
3 HCL 0,01 N 3 ml -
4 NaOH 0,5 N 75 ml 1,5 gr.
5 NaOH 0,05 N 75 ml 0,3 gr.
6 NaOH 0,05 N 75 ml 0,15 gr.
7 NaOH 0,01 N 75 ml -


















Analisa data
V1 x M1 = V2 x M2
V1 x 12 = 150 x 0,5
V1 = (150 x 0,5)/12
V1 = 6,25= 6,3 ml.

M1 = (10 x % x ρ)/(Mr⁄BM)
= (10 x 36 x 1,19)/36,5
= 11,78 = 12 molar.
V1 x M1= V2 x M2
V1 x 75 = 100 x 0,5
= 0,7 ml.
M = Gr/Mr x 1000/V
0,5 = Gr/Mr x 1000/75
Gr = 1,5 gr.
Konsentrasi 0,5 N HCL
V1 x N1 = V2 x N2
V1 x 0,5 = 150 x 0,1
V1 = 30 ml.

Pembahasan
Guna penggunaan kaca mata dan sarung tangan ketika bekerja dengan asam atau basa kuat agar terhindari dari reaksi kimia yang terpancar dari asam atau basa kuat, pada penggunaan kaca mata dimaksudkan agar praktikan terhindar dari percikan asam atau basa kuat yang berupa cairan dan sangat berbahaya bagi retina mata manusia normal, ketidakhatihatian dalam penggunaan asam atau basa kuat pengaruh besar terhadap mata akan menimbulkan/menyebabkan kebutaan permanen. Tujuan penggunaan masker dimaksudkan agar praktikan terhidar dari uap yang ditimbulkan oleh asam atau basa kuat yang dapat berisiko besar pingsan dalam jangka waktu yang lama. Tujuan penggunaan sarung tangan dimaksudkan agar praktikan terhidar dari tetesan pada saat pengambilan asam atau basa kuat ketidakhatihatian dalam penggunaan asam atau basa kuat pengaruh besar terhadap tangan akan terjadinya luka dan iritasi kulit yang permanen menjadi kecacatan.
Larutan penyangga atau dikenal juga dengan nama larutan buffer adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH apabila larutan tersebut ditambahkan sejumlah asam atau basa maupun diencerkan dengan menambah sejumlah volume air. Jadi apabila suatu larutan penyangga ditambahkan asam atau basa ataupun diencerkan maka nilai pH larutan penyangga tersebut akan tetap. Larutan penyangga atau larutan buffer atau dapar merupakan suatu larutan yang dapat mempertahankan nilai pH tertentu. Adapun sifat yang paling menonjol dari larutan penyangga ini seperti pH larutan penyangga hanya berubah sedikit pada penambahan sedikit asam kuat.
Disamping itu larutan penyangga merupakan larutan yang dibentuk oleh reaksi suatu asam lemah dengan basa konjugatnya ataupun oleh basa lemah dengan asam konjugatnya. Reaksi ini disebut sebagai reaksi asam-basa konjugasi. Disamping itu mempunyai sifat berbeda dengan komponen-komponen pembentuknya.
Normalitas menyatakan jumlah mol ekivalen zat terlarut dalam 1 liter larutan. Untuk asam, 1 mol ekivalennya sebanding dengan 1 mol ion H+.
Untuk basa, 1 mol ekivalennya sebanding dengan 1 mol ion OH-.Antara Normalitas dan Molaritas terdapat hubungan Molaritas menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam 1 liter larutan. Molaritas suatu larutan menyatakan jumlah mol suatu zat per liter larutan. Misalnya 1.0 liter larutan mengandung 0.5 mol senyawa X, maka larutan ini disebut larutan 0.5 molar (0.5 M). Umumnya konsentrasi larutan berair encer dinyatakan dalam satuan molar. Keuntungan menggunakan satuan molar adalah kemudahan perhitungan dalam stoikiometri, karena konsentrasi dinyatakan dalam jumlah mol (sebanding dengan jumlah partikel yang sebenarnya). Kerugian dari penggunaan satuan ini adalah ketidaktepatan dalam pengukuran volum. Selain itu, volum suatu cairan berubah sesuai temperatur, sehingga molaritas larutan dapat berubah tanpa menambahkan atau mengurangi zat apapun. Selain itu, pada larutan yang tidak begitu encer, volume molar dari zat itu sendiri merupakan fungsi dari konsentrasi, sehingga hubungan molaritas-konsentrasi tidaklah linear.
Pada praktikum yang telah dilaksanakan tidak diperolehnya Ph 7 disebabkan oleh HCL yang digunakan pada saat praktikum tidak pekat, hal ini sangat berpengaruh besar karena untuk mencapai titik Ph normal dari suatu larutan yaitu angka 7 haruslah menggunakan HCL pekat sebagai syarat utama. Penyebab lain yaitu HCL 0,5 N yang digunakan sudah tidak layak pakai (exspired), hal ini juga sangat berpengaruh besar karena untuk mencapai titik Ph normal dari suatu larutan yaitu angka 7 harus menggunakan HCL yang masih aktif, karena kegagalan yang sangat signifikan ditimbulkan dari bagus atau tidak HCL yang digunakan.
Labu ukur dibutuhkan dalam pembuatan larutan karena fungsi utama dari labu ukur salah satu nya adalah sebagai tempat pembuatan larutan. Digunakannya labu ukur karena labu ukur dapat kita gunakan untuk mengaduk campuran larutan secara merata dengan cara mengocok dengan arah yang berbeda.

KESIMPULAN

Adapun kesimpulan yang diperoleh pada praktikum ini antara lain :
Pada praktikum yang telah dilaksanakan tidak diperolehnya Ph 7 disebabkan oleh HCL yang digunakan pada saat praktikum tidak pekat, hal ini sangat berpengaruh besar karena untuk mencapai titik Ph normal dari suatu larutan yaitu angka 7 haruslah menggunakan HCL pekat sebagai syarat utama.
Penyebab lain yaitu HCL 0,5 N yang digunakan sudah tidak layak pakai (exspired), hal ini juga sangat berpengaruh besar karena untuk mencapai titik Ph normal dari suatu larutan yaitu angka 7 harus menggunakan HCL yang masih aktif, karena kegagalan yang sangat signifikan ditimbulkan dari bagus atau tidak HCL yang digunakan.
Digunakannya labu ukur karena labu ukur dapat kita gunakan untuk mengaduk campura larutan secara merata dengan cara mengocok dengan arah yang berbeda.
Penggunaan masker dimaksudkan agar praktikan terhidar dari uap yang ditimbulkan oleh asam atau basa kuat yang dapat berisiko besar pingsan dalam jangka waktu yang lama.
Penggunaan sarung tangan dimaksudkan agar praktikan terhidar dari tetesan pada saat pengambilan asam atau basa kuat ketidakhatihatian dalam penggunaan asam atau basa kuat pengaruh besar terhadap tangan akan terjadinya luka dan iritasi kulit yang permanen menjadi kecacatan.
Penggunaan kaca mata dimaksudkan agar praktikan terhindar dari percikan asam atau basa kuat yang berupa cairan dan sangat berbahaya bagi retina mata manusia normal.
DAFTAR PUSTAKA

Chang, R. 2003. KIMIA DASAR. Pt.Gramedia Pustaka, Jakarta.
David. W. 2001. PRINSIP-PRINSIP KIMIA MODERN. Erlangga, Jakarta
Harjadi, W. 2000. ILKU KIMIA ANALITIK. Pt.Gramedia Pustaka, Jakarta.
Wahyudi. 2000. JURNAL KIMIA DAN LARUTAN. UJS. Purwekerto.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar